Kamis, Januari 30, 2014

Berani Minta Maaf!

Minta maaf? gak la yau..

Emmang sih,, minta maaf tuh gak enak.. tapi sebenarnya rasa minta maaf itu seperti nasi, lama lama akan terasa manis!

Minta maaf bukan hal sepele loh! seseorang yg mau meminta maaf kadang ada yg harus menyiapkan mentalnya selama sebulan lebih atau bahkan ada yg 1 tahun kali ya.

Nah, kalo kalian berani minta maaf berarti kalian mental gede, kalo kalian gak berani minta maaf berarti kalian mental tikus.. Bener gak? Bener kan?

Haha ketahuan deh siapa yg pemberani dan yg cemen,,

Eh, kalo udah minta maaf jangan langsung kabur ya, tunggu jawabannya dulu, kalo dijawab 'iya' kalian boleh seneng-seneng, tapi kalo dijawab 'tidak'?

Jangan putus asa!

Kalo permintaan maaf kalian dijawab 'tidak' bukan berarti kalian harus menyerah, itu malah menjadi tantangan buat kalian, seberapa sabarnya kalian. kalian harus terus mencoba sampai akhirnya dijawab 'iya'! Oke?

Terus gimana kalo ada yang nyuruh kita minta maaf ke dia padahal kita gak punya salah?

Ya, gimana ya? itu mah terserah kalian, kalo aku sih akan tanya kesalahanku terus minta maaf, terus aku pergi deh, takut disuruh minta maaaf lagi.. hehe.

Lha kalo ada yg salah sama kita terus dia gak mau minta maaf gimana?

Ee,,,... ya kita gak usah suruh dia buat minta maaf sama kita, maafin aja kesalahannya tanpa harus dia meminta maaf ke kita.... Bisa kan?

Minta maaf jangan ragu-ragu ya! jangan pas idul fitri doang! Oke!

Berani Minta Maaf!

Kamis, Januari 23, 2014



 Aku mau share beberapa contoh puisi buatanku...!
Ini asli buatanku jangan di copy paste!


Aku Ini Sang Penyadap

Ku suka sadap-sadap
Ku memang suka
Apalagi dengan Si-A
Juga Indo temanku
Mereka bahan mentah sadapanku

Ketika mereka sadar
Mereka sedang kusadap
Aku mengelak
Kenapa ku wajib minta maaf?
Pada mereka?

Setelah itu mereka tersadar
Sadar kalau mereka itu dibawahku
Da aku yang teratas
Jadi, semua memihak padaku
Sekarang
Kecuali mereka, Si-A
Dan juga Indo, teman sadapanku

Aku sang penyadap
Tak perlu takut akan apapun
Karena akulah penyadap kelas paus
Dan akulah sebuah yang tertinggi



Duka Sang Cinta


Kita yang pernah
Menjalin cinta
Rumit terbuai api asmara
Hingga kini
Kau putuskan pergi
Aku yang lara
Menunggu percikan cinta lain
Aku yang telah kalah
Cintaku yang layu
Sudah tinggalkan sajalah
Ini hanya satu tangga kehidupan yang  patah
Tangga lain sudah mendekat



Nyanyian Si Koruptor

Aku ingin uang
Untuk mobil dan rumah (itu biasa)
Karna kuingin sebuah negara
Yang tiada hukum mengatur
Hanya perkataanku hukum yang sah
Tiada kewajiban untuk jujur
Hanya kecerdikan yang perlukan
Untuk sesuap nasi
Negaraku berbendera hitam
Dengan lagu kebangsaanku dangdut tralala
Dan simbol negara
Tikus mungil diatas kepala, karena
Itulah jati diriku



TANGISAN HATI

Hari ini
Kuserahkan padamu, cincin hati
Kukan kembali pada
Diary lama

Saat senang
Dukaku datang menyelinap
Berbagi tempat hati
Dengan sang kesenangan
Kuingin dia pergi
Tapi ku tak ingin dia pergi
Selalu kubiarkan dia datang

Kubuka pintu
Jendela dan lainnya tetaplah menutup
Terlihat setiap huruf yang kutulis
Rapi tapi
Senua tentang dukaku

Kini kutak pernah
Percaya pada diary jiwa
Cinta dan kasih
Hanya membuat hatiku tuli
Memberi kode tetesan air

Ku disini
Menangis tanpa air mata



Sang Pencari Surya

Lihatlah wahai sang surya
Ke seberang sana
Dimana kau tak mau berada

Dengarlah wahai sang surya
Lagu tentang diriku
Yang mengais cahayamu

Katakanlah wahai sang surya
Sumpah kau akan datang padaku
Walaupun itu ku harus menunggu

Aku bisu, tuli, buta
Kapan ku dapat rasakan engkau
Wahai sang surya


semua puisi dikarya oleh: Alfia Nurrul Izza