Kamis, Januari 02, 2014

Film My Name Is Khan

Udah pernah denger film My Name Is Khan?
Sungguh saya meneteskan air mata saat melihat film ini, film ini membuat hati saya merinding karena menceritakan  keteguhan dan kejujuran seorang pemuda Islam yang menderita Syndrom Asperger dalam menghadapi kejamnya kehidupan.
Film Bollywood ini mengawali debutnya saat diputar di Abu Dhabi sekitar tahun 2010, setelah dua hari film ini telah diputar di seluruh kota-kota besar dunia dan berhasil memecahkan rekor box office.
Film ini berawal dari seorang Rizwan Khan yang hidup dengan ibunya Zarina Wahab dan adiknya Zakir Khan. Mereka tinggal diwilayah kumuh Borivali, Mumbai. Rizwan tumbuh sebagai anak autis dan selalu diperolok oleh teman-temannya sehingga Zarina Wahab memberikan perhatian lebih padanya, itu mebuat adiknya Zakir Khan cemburu dan berusaha untuk mencari beasiswa kuliah di AS. Zakir lalu tinggal di AS dan menikah dengan Haseena, seorang wanita muslim.
Tidak lama kemudian sang ibu meninggal, Rizwan lalu di undang Zakir ke AS. Rizwan lalu bekerja sebagai salesman kosmetik milik Zakir, dan Rizwan mulai merasakan cinta ketika bertemu Mandira, seorang janda beranak satu yang beragama Hindu.
Rizwan pun menikahi Mandira, dan nama belakang Rizwan yaitu Khan, melekat juga pada nama Mandira dan anaknya Sameer.


Tragedi rumah tangga muncul gara-gara terjadi aksi terorisme 11 September 2001 yang meluluhlantakkan menara kembar WTC dan berbagai aksi yang dituduh sebagai aksi Osama bin Laden yang beroperasi di seputar Pakistan dan Afghanistan. Nama Khan secara jelas menunjukkan identitas keislaman sehingga mengundang kecurigaan dan sinisme dari warga kulit putih AS. Teman-teman sekantor Haseena, istri Zakir yang selalu berkerudung, mulai menunjukkan antipati kepadanya. Reese, teman karib sekolah Sameer Khan yang paling akrab, pun tiba-tiba bersikap tak acuh, bahkan menunjukkan sikap tidak senang kepadanya sehingga Sameer sedih dan bingung.Puncak dari ketidaksenangan Reese ini terjadi ketika keduanya bertengkar di tengah lapangan bola. Pertengkaran itu tanpa sengaja diketahui beberapa kakak kelasnya yang kemudian ikut menghajar Sameer karena Sameer Khan datang dari keluarga muslim. Di luar dugaan, Sameer Khan meninggal akibat dihajar ramai-ramai.Waktu itu sesungguhnya Reese berusaha menghalangi, tapi gagal. Dia tergeletak sendirian di lapangan bola, semua pelakunya lari untuk membuang jejak
Mandira marah dan memaki maki Rizwan, "ini semua gara-gara saya menikah dengan Khan". Mandira lalu mengultimatum Khan untuk tidak kembali kerumah sebelum ia mengatakan kepada presiden kalau dia adalah Khan dan dia bukan teroris.
Rizwan menuruti perintak Mandira, ia pergi untuk menemui presiden dan mengatakan kalau ia Khan dan ia bukan teroris.
Rizwan Khan mendatangi forum yang dihadiri presiden AS hanya untuk berkata "My Name Is Khan, and I'm not a terrorist!" (nama saya adalah Khan, dan saya bukan teroris). Namun sial, para pasukan pengaman presiden mendengar perkataan Rizwan "terrorist" dan mengartikan kalau Rizwan adalah seorang teroris.
Rizwan lalu ditangkap dan dipenjara, selama ia dipenjara, ia disiksa dan diinterogasi. Untung ada seorang wanita psikiater dan satu kantor berita muslim yang simpatik terhadap Rizwan dan menuliskan kalau Rizwan Khan tidak bersalah.

Badai Katrina yang melanda Georgia menggerakkan Khan untuk menolong para korban, padahal bantuan dari pemerintah saja belum mencapai wilayah itu. Ia menolong para korban di rumah sakit, memperbaiki gereja, dan membantu pembangunan kembali daerah itu. Aksinya diliput oleh wartawan yang simpatik tadi. Akhirnya tindakan heroic(kepahlawanan) ini diliput dan dibahas secara luas di media-media terkemuka di Amerika. Dalam sekejap Risvan Khan menjadi newsmaker.
Berita itu sampai juga ditelinga Mandira, pada saat yang sama Reese mengaku kepada Mandira identitas anak-anak yang membunuh Sameer. Mandira juga mendapat panggilan dari Sarah untuk memaafkan Rizwan. Manndira mengakui kesalahannya dan pergi ke Georgia menemui Rizwan, namun pada saat pertemuan itu tiba-tiba Rizwan ditusuk oleh seorang pengikut Faisal Rahman dan menuduh Rizwan sebagai penghianat Islam. Rizwan langsunng dibawa kerumah sakit dan ia bisa bertahan.
Di akhir cerita Rizwan dan Mandira menemui presiden Barack Obama yang sudah menjabat menggantikan presiden George Bush. Rizwan lalu diundang presiden untuk naik ke panggung  dan  menemui dia. Saat di panggung Rizwan berkata "My Name Is Khan, and I'm not a terrorist", Barack Obama lalu berkata kepada Rizwan "Nama Anda adalah Khan, dan Anda bukan teroris".
Film ini lalu berakhir dengan Rizawan Khan dan Mandira Khan kembali kerumah mereka.
Sungguh cerita yang membuatt saya berkesan,  seorang pemuda autis yang membawa nama Islam kepada dunia. dan membuktikan kalau Islam adalah agama yang damai.
Sangat indah. Mungkin Anda harus menontonnya agar bisa meresapi setiap makna kata yang saya tulis.. sangat bereksan bagi saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar