Assalamualaikum...!
(Hey! Gak Jawab Salam Dosa Loh!)
THIS IS ALFIA! ALFIA THE-CUTEST-CRAZY(ST)-GIRL COME
BACK!! :D
Hehehe,
kalian kangen yaaa?? hahaha, maaf ya saya sekarang dalam masa-masa maut menghadapi
UN, jadi ya gk bisa sering internetan, gk bisa ngoceh-ngoceh gak jelas di page
saya ini deh...
Ngomong-ngomong,
saya hari ini mau nulis yg berkaitan dengan judul diatas. Yah, udah tahu kan?
Belum?
Hari ini
saya akan bercerita mengenai lika-liku kehidupan saya, yang mengerikannya
diatas ambang maut, yang kalo dipikir-pikir malah bikin kita ketawa...
Enjoy The Life..!
Ketawa Bareng Yuk..!
Bab Satu / Siji / One
Aku dan Kelasku
Bukan hal luar
biasa bagi kelasku saat tiba-tiba makhluk-makhluk aneh dan wajah-wajah mengenaskan
masuk kedalam kelas. Ya, kupastikan yg tadi kumaksudkan adalah teman-teman
sekelasku (juga termasuk aku).
Suara decit
bangku kayu yg digeser menambah suasana ilfil (?) yang menggantung
dilangit-langit (???). Aku, Alfia, si manusia-cantik, duduk dibangkuku sendiri
(ya iyalah!). Sebelahku duduk S[tiii(sensor)iiit], teman semejaku, seorang manusia-cantik
lain.
Kami membuka
buku yang sedari tadi tergeletak lemas diatas meja. Aku langsung membalikkan ke
halaman tengah. Terpampang nyata didepanku gambar jantung dan ginjal. This book is freak, pikirku.
"buku ini
aneh... ada gambar organ-organnya..." gumamku.
"alfia...
ini buku biologi..."
"o......."
semua anak dikelas menatapku.
Rasanya aneh
saat mendengar fakta kalau ini buku biologi, lebih ke perasaan malu campur
dengan ‘ilfil-ilfil’ yg masih bergelantungan. Daripada malu-maluin, aku memilih
untuk keluar dari kelasku, menuju gerbang sekolah.
Awalnya aku
berniat untuk menghadang guru-guru yang telat, lalu kemudian aku sadar, ini
masih terlalu pagi untuk sebuah ketelatan guru. Akupun memutuskan untuk
berkunjung keruang BP.
Satu langkah,
aku memikirkan kemungkinanku mendapat nilai 100 di matematika, kurasa
kemungkinannya 1:99999999999999, oke tak apa.
Dua langkah, aku
memikirkan kemungkinanku menang di ajang Miss
World nanti saat aku besar. Setelah kupikir, kemungkinannya sama dengan
mendapat nilai 100 di matematika tadi, okelah ini memang sedikit menyakitkan,
hiks.... T_T....
Tiga langkah,
aku memikirkan betapa banyak makhluk-makhluk aneh berwajah mengenaskan yg lebih
mengenaskan dari pada aku. Oke, aku jujur, aku merasa terhibur dengan yg satu
ini, hehe.
Empat langkah,
tiba-tiba seekor pemikiran mengejutkan masuk kedalam otakku.
LEGENDA RUANG KERAMAT-BP...!!!
Tentu saja aku
tahu legenda yg terkenalnya sudah tingkat dewa itu. Legenda itu bercabang
dengan versi bermacam-macam. Tapi sudah jadi rahasia umum, kalu akhir dari
cerita legenda itu selalu sama.
Semua tokoh
utama pada akhirnya mati mengenaskan didalam ‘Ruang-Keramat BP’.
Segera saja
kubalikkan badanku, tapi rasanya sangat susah. Astaga! Ternyata aku sudah
berada didepan pintu Ruang BP! Pasti sihir BP yg mencegahku berbalik dan pergi
dari tempat ini! Oh, bagaimana ini? Siapapun! Teman-teman! Dad Mum! Ibu Kantiiin!!!! Tolong akuuu!
Fine. Tak ada yg
datang menolong. Huh. Aku tak boleh menyerah! Aku harus pergi dari tempat ini. Aku
tak mau mati seperti para tokoh utama. Aku tak mau mati, aku masih harus mencukur
bulu ketek cacing-cacing peliharaanku! (eh? cacing peliharaaan?).
Aku berusaha
mengerahkan seluruh kekuatan superku. Aku terus berusaha, berusaha, dan
berusaha.... tiba tiba. HHAAAAAA!!!
Yeay! Aku bisa
melepaskan diri dari sihir BP. Ternyata ada gunanya juga aku mempelajari ilmu
perdukunan (eh, keceplosan). Aku merasa lebih bahagia daripada saat aku dinner
sama Zayn dulu (mimpimu!). Akupun berjalan santai menuju kekelas. Membagi-bagi
pesona wajah ayuku kepada setiap makhluk yg kulihat.
Semua makhluk
itu ber-wah!... lampu-lapu kamera beredaran... bunga-bunga berterbangan bersama
konfenti hati.... para fans-ku berteriak histeris.... gajah-gajah berloncatan
dimana-mana (what the hell?!!!)....
Dengan kemaksimalan
pede, aku mengambil kipas angin (darimana dia dapet?) dan membawanya kedepan. Selanjutnya
kau tahu lah... hehe... aku ingin membuat efek-kilau-rambut-berkibar versi ‘gak-modal-banget!’.
Saat aku
mencari-cari colokan untuk menghidupkan kipas anginku, sebuah seruan merdu
memanggilku dari kesibukan mencari colokan listrik.
“Alfiaa....”
Seperti pernah
kudengar suara ini. Atau pernah kubaca dialog seperti ini. Ini seperti dialog
di... di cerita apa ya?... oh!....
legenda BP!!!
Berarti dia
adalah... AAAAaaaaAaaa....!!!!!!!!!!!
To be continue... bab dua....
Hehe, ini cerita anehnya sudah sampai ubun-ubun saya... (?) udah ya, see ya next! muah! *tebar coklat*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar