Sabtu, Januari 17, 2015

Enjoy The Life! ini lucu, wkwkwk....



Assalamualaikum...!
(Hey! Gak Jawab Salam Dosa Loh!)

THIS IS ALFIA! ALFIA THE-CUTEST-CRAZY(ST)-GIRL COME BACK!! :D


Hehehe, kalian kangen yaaa?? hahaha, maaf ya saya sekarang dalam masa-masa maut menghadapi UN, jadi ya gk bisa sering internetan, gk bisa ngoceh-ngoceh gak jelas di page saya ini deh...

Ngomong-ngomong, saya hari ini mau nulis yg berkaitan dengan judul diatas. Yah, udah tahu kan? Belum?
Hari ini saya akan bercerita mengenai lika-liku kehidupan saya, yang mengerikannya diatas ambang maut, yang kalo dipikir-pikir malah bikin kita ketawa...


Enjoy The Life..!
Ketawa Bareng Yuk..!

Bab Satu / Siji / One
Aku dan Kelasku

Bukan hal luar biasa bagi kelasku saat tiba-tiba makhluk-makhluk aneh dan wajah-wajah mengenaskan masuk kedalam kelas. Ya, kupastikan yg tadi kumaksudkan adalah teman-teman sekelasku (juga termasuk aku).

Suara decit bangku kayu yg digeser menambah suasana ilfil (?) yang menggantung dilangit-langit (???). Aku, Alfia, si manusia-cantik, duduk dibangkuku sendiri (ya iyalah!). Sebelahku duduk S[tiii(sensor)iiit], teman semejaku, seorang manusia-cantik lain.

Kami membuka buku yang sedari tadi tergeletak lemas diatas meja. Aku langsung membalikkan ke halaman tengah. Terpampang nyata didepanku gambar jantung dan ginjal. This book is freak, pikirku.

"buku ini aneh... ada gambar organ-organnya..." gumamku.

"alfia... ini buku biologi..."

"o......." semua anak dikelas menatapku.

Rasanya aneh saat mendengar fakta kalau ini buku biologi, lebih ke perasaan malu campur dengan ‘ilfil-ilfil’ yg masih bergelantungan. Daripada malu-maluin, aku memilih untuk keluar dari kelasku, menuju gerbang sekolah.

Awalnya aku berniat untuk menghadang guru-guru yang telat, lalu kemudian aku sadar, ini masih terlalu pagi untuk sebuah ketelatan guru. Akupun memutuskan untuk berkunjung keruang BP.
Satu langkah, aku memikirkan kemungkinanku mendapat nilai 100 di matematika, kurasa kemungkinannya 1:99999999999999, oke tak apa.

Dua langkah, aku memikirkan kemungkinanku menang di ajang Miss World nanti saat aku besar. Setelah kupikir, kemungkinannya sama dengan mendapat nilai 100 di matematika tadi, okelah ini memang sedikit menyakitkan, hiks.... T_T....

Tiga langkah, aku memikirkan betapa banyak makhluk-makhluk aneh berwajah mengenaskan yg lebih mengenaskan dari pada aku. Oke, aku jujur, aku merasa terhibur dengan yg satu ini, hehe.
Empat langkah, tiba-tiba seekor pemikiran mengejutkan masuk kedalam otakku.
LEGENDA RUANG KERAMAT-BP...!!!

Tentu saja aku tahu legenda yg terkenalnya sudah tingkat dewa itu. Legenda itu bercabang dengan versi bermacam-macam. Tapi sudah jadi rahasia umum, kalu akhir dari cerita legenda itu selalu sama.

Semua tokoh utama pada akhirnya mati mengenaskan didalam ‘Ruang-Keramat BP’.

Segera saja kubalikkan badanku, tapi rasanya sangat susah. Astaga! Ternyata aku sudah berada didepan pintu Ruang BP! Pasti sihir BP yg mencegahku berbalik dan pergi dari tempat ini! Oh, bagaimana ini? Siapapun! Teman-teman! Dad Mum! Ibu Kantiiin!!!! Tolong akuuu!

Fine. Tak ada yg datang menolong. Huh. Aku tak boleh menyerah! Aku harus pergi dari tempat ini. Aku tak mau mati seperti para tokoh utama. Aku tak mau mati, aku masih harus mencukur bulu ketek cacing-cacing peliharaanku! (eh? cacing peliharaaan?).

Aku berusaha mengerahkan seluruh kekuatan superku. Aku terus berusaha, berusaha, dan berusaha.... tiba tiba. HHAAAAAA!!!

Yeay! Aku bisa melepaskan diri dari sihir BP. Ternyata ada gunanya juga aku mempelajari ilmu perdukunan (eh, keceplosan). Aku merasa lebih bahagia daripada saat aku dinner sama Zayn dulu (mimpimu!). Akupun berjalan santai menuju kekelas. Membagi-bagi pesona wajah ayuku kepada setiap makhluk yg kulihat. 

Semua makhluk itu ber-wah!... lampu-lapu kamera beredaran... bunga-bunga berterbangan bersama konfenti hati.... para fans-ku berteriak histeris.... gajah-gajah berloncatan dimana-mana (what the hell?!!!)....

Dengan kemaksimalan pede, aku mengambil kipas angin (darimana dia dapet?) dan membawanya kedepan. Selanjutnya kau tahu lah... hehe... aku ingin membuat efek-kilau-rambut-berkibar versi ‘gak-modal-banget!’.

Saat aku mencari-cari colokan untuk menghidupkan kipas anginku, sebuah seruan merdu memanggilku dari kesibukan mencari colokan listrik.

“Alfiaa....”

Seperti pernah kudengar suara ini. Atau pernah kubaca dialog seperti ini. Ini seperti dialog di... di cerita apa ya?... oh!....

legenda BP!!!

Berarti dia adalah... AAAAaaaaAaaa....!!!!!!!!!!!


To be continue... bab dua....

Hehe, ini cerita anehnya sudah sampai ubun-ubun saya... (?) udah ya, see ya next! muah! *tebar coklat*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar